Harga Tiket Pulau Komodo Diprotes Karena Terlalu Mahal, Sandiaga: Kita Cari Jalan Tengahnya

- Sabtu, 6 Agustus 2022 | 15:54 WIB
Menparekraf Sadiaga Uno  (ayosolo.id/dok. Prokopim Pemkot Solo)
Menparekraf Sadiaga Uno (ayosolo.id/dok. Prokopim Pemkot Solo)

LAWEYAN,AYOSOLO.ID– Menteri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan akan mencari jalan tengah terkait polemik kenaikan harga tiket masuk wisata Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang dinilai terlalu mahal hingga mendulang protes dari pelaku usaha di kawasan tersebut.

“Sudah mendapat arahan dari Pak Presiden, untuk memperbaiki komunikasi dengan warga setempat dan memastikan situasi di TN Komodo kondusif, aman dan nyaman. Saya juga memberikan update terbaru kondisi di lapangan," ujarnya di sela-sela kunjungan kerjanya di Kota Solo, Jumat 5 Agustus 2022. 

“Kita tunggu masukannya sembari memperbaiki regulasi dan aspek konservasinya," imbuhnya.

Baca Juga: Hadiri Closing Ceremony APG XI 2022, Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Tiba di Kota Solo

Sebagaimana diketahui, tiket masuk wisata Pulau Komodo naik menjadi Rp3,75 juta per orang. Karena dinilai terlalu mahal membuat banyak wisatawan yang akhirnya memilih untuk membatalkan rencananya berwisata ke Taman Nasional Komodo. Sehingga berdampak pada penghasilan pelaku usaha yang menggantungkan hidup dari kunjungan wisata di kawasan tersebut.

Kenaikan harga tiket masuk Pulau Komodo tersebut juga mematik reaksi dari sejumlah tokoh, mulai dari mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla. 

Namun hal tersebut tak membuat Pemerintah membatalkan keputusan tersebut dan kenaikan tarif tetap diberlakukan per 1 Agustus 2022 kemarin.***

Editor: Wijayanti Putrisejati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X