Antisipasi Lonjakan Kasus, Vaksinasi Booster Jadi Syarat Kegiatan Massa dan Perjalanan

- Senin, 4 Juli 2022 | 19:32 WIB
Rapat terbatas yang digelar di Kantor Presiden Senin 4 Juli 2022.  (ayosolo.id/Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Rapat terbatas yang digelar di Kantor Presiden Senin 4 Juli 2022. (ayosolo.id/Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden)

JAKARTA,AYOSOLO.ID– Pemerintah akan memberlakuan vaksinasi dosis ketiga atau booster sebagai syarat kegiatan masyarakat dan perjalanan. Kebijakan tersebut diambil sebagai antisipasi lonjakan kasus Covid-19 yang saat ini tengah terjadi di sejumlah negara.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, hal tersebut diutarakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat terbatas yang digelar di Kantor Presiden Senin 4 Juli 2022. 

“Nah, tentunya dosis ketiga ini akan dipersyaratkan untuk berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat banyak dan juga untuk berbagai perjalanan. Jadi tadi arahan Bapak Presiden untuk di airport juga disiapkan untuk vaksinasi dosis ketiga,” ujarnya.

Baca Juga: Jadwal Semifinal Piala Presiden 2022: PSIS vs Arema, PSS Sleman vs Borneo FC

Hal tersebut, lanjutnya untuk mendorong agar vaksinasi ketiga atau booster terus digencarkan terutama di wilayah dengan capaian yang masih di bawah target nasional. 

Ditambahkan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. Dari pengamatan yang dilakukan oleh pihaknya, vaksinasi booster terbukti mampu meningkatkan kadar antibodi pada tubuh. Berdasarkan hasil sero survei yang dilakukan pada bulan Maret kemarin, sebesar 99 persen populasi di Indonesia sudah memiliki antibodi. 

“Jadi kalau Desember kita sero survei antibodinya sekitar 400-an, 500-an, itu sudah dimiliki oleh 88 persen populasi, di bulan Maret kemarin kita sero survei 99 persen populasi sudah memiliki antibodi di level 3.000, 4.000-an, jadi jauh lebih tinggi,” ucap Budi. 

Baca Juga: Resmi Meluncur di Indonesia, Harga Realme C30 Murah Meriah

Menurut Budi, dalam waktu dekat pihaknya akan kembali melakukan sero survei yang dapat dijadikan dasar pengambilan kebijakan terkait protokol kesehatan dan vaksinasi. 

Halaman:

Editor: Wijayanti Putrisejati

Sumber: Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X