Tak Mau Keduluan Diklaim Daerah Lain, Pemkot Solo Daftarkan 35 Motif Batik ke UNESCO

- Jumat, 23 September 2022 | 18:54 WIB
Warga melihat-lihat baju batik. (ayosolo.id/Wijayanti Putrisejati)
Warga melihat-lihat baju batik. (ayosolo.id/Wijayanti Putrisejati)

PASARKLIWON,AYOSOLO.ID– Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mendaftarkan sebanyak 35 motif batik khas kota bengawan sebagai warisan budaya tak benda ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). 

Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Solo, Is Purwaningsih mengatakan, langkah tersebut dilakukan Pemkot Solo sebagai upaya melindungi motif batik Solo agar tak diklaim daerah atau negara lain. 

“Ini juga sebagai tindaklanjut atas perintah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) kepada kabupaten/kota agar mendaftarkan warisan budaya tak benda yang dimiliki,” ujarnya.

Baca Juga: Kena OTT KPK Bersama Hakim Agung Sudrajad DImyati, Yosep Parera akan Bongkar Sistem Bobrok di Indonesia

Adapun motif batik Solo yang didaftarkan ke UNESCO diantaranya Sidomukti, Sekar Jagad, Parang, dan lain-lain. 

Pendaftaran 35 motif batik tersebut sudah dilakukan sejak tahun 2020 lalu, sayangnya sampai saat ini belum ada perkembangan lebih lanjut apakah pengajuan tersebut diterima UNESCO atau tidak.

"Sampai sekarang belum ada perkembangannya. Padahal, sudah saya ajukan agar menjadi warisan budaya tak benda Pemkot Solo," kata Purwaningsih.

Baca Juga: Jadwal Sholat Lima Waktu Klaten Hari Sabtu 24 September 2022

Ia memaparkan, salah satu penyebab lamanya proses persetujuan pengajuan dikarenakan adanya temuan corak batik yang sama dengan yang ada di daerah lain. Karena itu membutuhkan waktu yang lama untuk dilakukan verifikasi. 

Halaman:

Editor: Wijayanti Putrisejati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Stok Darah PMI di Kota Solo Kamis 6 Oktober 2022

Kamis, 6 Oktober 2022 | 10:00 WIB
X